1. Perbedaan kata majemuk dengan Frasa. Beserta contohnya!
2. Sebutkan jenis-jenis kata ulang beserta contohnya!
3. Apa perbedaan kata ulang berimbuhan dengan kata ulang sebagian?
4. Ceritakan kontribusi Anda terhadap Bahasa Indonesia!
1. Perbedaan Kata Majemuk dengan Frasa Beserta Contohnya
Jadi, perbedaan kata majemuk dengan frasa adalah kata majemuk gabungan kata yang menghasilkan makna baru, sedangkan frasa adalah gabungan kata yang tidak mengubah makna.
Perhatikan dua contoh di bawah ini!
contoh:
(a) Karena kurang bersih, kaki tanganku sering gatal-gatal. (frasa).
(b) Sumantri dikabarkan menjadi kaki tangan seorang penjahat. (kata majemuk).
Pembahasan
Gabungan kata kaki tangan pada
kalimat (a) memiliki makna
sesungguhnya yang ‘mengacu pada anggota badan’, sedangkan gabungan kata kaki tangan pada
contoh kalimat (b) memiliki makna ‘mata- mata’.
Contoh kata majemuk dan frasa
Kata
Majemuk
|
Frasa
|
Mata
pencaharian
Rumah sakit
Buang muka
Angkat topi
Kerah putih
Keraskepala
Gelap mata
Mulut besar
|
lukisan hidup
nasi kuning
jendela rumah
orang
kaya
selimut besar
karpet hijau
pita
putih
tutup mata
|
2. Jenis Kata Ulang
Kata
ulang utuh atau murni merupakan kata ulang yang bagian perulangannya sama dengan kata
dasar yang diulangnya. Dengan kata lain, kata
ulang utuh atau murni terjadi apabila sebuah bentuk dasar mengalami pengulangan seutuhnya.
Misalnya pada kata rumah-rumah, pohon-pohon, pencuri-pencuri dan anak-anak.
(2) Kata ulang berubah bunyi
(2) Kata ulang berubah bunyi
Kata
ulang berubah bunyi merupakan kata ulang yang
bagian perulangannya mengalami perubahan bunyi,
baik itu perubahan bunyi vokal maupun bunyi konsonan.
- Kata ulang berubah bunyi vokal terjadi apabila ada pengulangan pada seluruh bentuk dasar, namun terjadi perubahan bunyi. Kata ulang berubah bunyi yang mengalami perubahan bunyi vokal misalnya pada kata bolak-balik, gerak-gerik, dan kelap-kelip.
- Kata ulang berubah bunyi yang mengalami perubahan bunyi konsonan misalnya pada kata sayur-mayur, lauk-pauk, gerak-gerik, kelap-kelip dan ramah-tamah
(3) Kata ulang sebagian
Kata ulang sebagian merupakan pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah kata. Dalam pengulangan jenis ini, vokal suku kata pertama diganti dengan vokal e pepet. Kata-kata yang mengalami pengulangan sebagian antara lain lelaki, leluhur, pepohonan dan tetangga.
(4) Kata ulang berimbuhan
Kata ulang sebagian merupakan pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah kata. Dalam pengulangan jenis ini, vokal suku kata pertama diganti dengan vokal e pepet. Kata-kata yang mengalami pengulangan sebagian antara lain lelaki, leluhur, pepohonan dan tetangga.
(4) Kata ulang berimbuhan
Kata
ulang berimbuhan merupakan bentuk pengulangan yang
disertai dengan pemberian imbuhan. Abdul Chaer (2006:287) membagi kata ulang berimbuhan berdasarkan
proses pembentukannya menjadi tiga, yaitu: (1) Sebuah kata
dasar mula-mula diberi imbuhan kemudian baru diulang.
Contoh : kata aturan-aturan.
(2) Sebuah kata dasar mula-mula diulang kemudian baru diberi imbuhan.
Contoh : kata lari yang mula-mula diulang sehingga menjadi lari-lari kemudian diberi awalan ber- sehingga menjadi berlari-lari.
(3) Sebuah kata diulang sekaligus diberi imbuhan.
Contoh : kata meter yang sekaligus diulang dan diberi awalan ber- sehingga menjadi bentuk bermeter-meter
Contoh : kata aturan-aturan.
(2) Sebuah kata dasar mula-mula diulang kemudian baru diberi imbuhan.
Contoh : kata lari yang mula-mula diulang sehingga menjadi lari-lari kemudian diberi awalan ber- sehingga menjadi berlari-lari.
(3) Sebuah kata diulang sekaligus diberi imbuhan.
Contoh : kata meter yang sekaligus diulang dan diberi awalan ber- sehingga menjadi bentuk bermeter-meter
(5) Kata
ulang semu
Kata ulang ini bentuknya seperti kata ulang, tetapi sebenarnya kata-kata ini tidak mengalami proses pengulangan.
Contoh : cumi-cumi, kupu-kupu, ubur-ubur, berang-berang, kura-kura.
Kata ulang ini bentuknya seperti kata ulang, tetapi sebenarnya kata-kata ini tidak mengalami proses pengulangan.
Contoh : cumi-cumi, kupu-kupu, ubur-ubur, berang-berang, kura-kura.
3. Perbedaan kata ulang berimbuhan dengan kata ulang sebagian
Jadi, kata
ulang sebagian merupakan pengulangan kata yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah
kata dengan cara vokal suku kata pertama diganti dengan vokal e
pepet. Contoh kata ulang sebagian seperti kata dedaunan, pepohonan,
leluhur. Sedangkan kata
ulang berimbuhan merupakan bentuk pengulangan kata yang
disertai dengan pemberian imbuhan (afiks). baik itu prefiks, infiks maupun sufiks. Contoh kata ulang berimbuhan seperti kata bermeter-meter, rumah-rumahan, kekanak-kanakan
Kontribusi kelompok kami terhadap Bahasa Indonesia, disini kami sebagai Mahasiswa yang memanfaatkan waktu luang dengan belajar bersama yang nantinya ilmu yang telah kami pelajari akan diterapkan ke dalam kehidupan untuk memajukan kebahasaan di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar